Menelusuri Eksotisme Kota Dua Benua

by Admin on 18 January 2012

Kota dua benua, begitulah julukan yang diberikan pada Istambul, kota yang pernah menjadi pusat Kekhalifahan Turki Utsmani ini. Hal tersebut disebabkan Istambul menempati posisi pertemuan dua benua, yaitu Asia dan Eropa, yang hanya dipisahkan oleh Selat Bosphorus.

Eksotisme kota Istambul jelas tersimpan dalam sebuah kota yang pernah menjadi pusat dua peradaban, yaitu Kekaisaran Romawi timur dan Kekhilafahan Utsmani. Beragam peninggalan sejarah, bangunan, serta obyek wisata eksotis lainnya menjadi magnet tersendiri bagi para wisatawan, tak terkecuali bagi wisata rohani. Adapun beberapa obyek wisata terkenal yang bisa dijadikan obyek kunjungan di antaranya sebagai berikut :
1. Hagia (Aya) Sophia
Pada awalnya Hagia Sophia merupakan bangunan gereja Kristen Ortodoks yang dibangun pada masa Kekaisaran Konstantin. Pada saat Konstantinopel ditaklukkan, Hagia Sophia diubah fungsinya menjadi masjid agar bisa digunakan pada saat sholat Jumat. Tidak ada perombakan bangunan yang berarti selain menurunkan lonceng gereja dan menutup lukisan-lukisan gereja yang terdapat di dinding keramik bangunan. Selanjutnya, ditambahkan mimbar, kaligrafi Arab, dan pembangunan empat menara di bagian luar. Setelah kekhalifahan dihapuskan oleh Mustafa Kemal Attaturk, Hagia Sophia dirubah fungsinya menjadi museum.

2. Blue Mosque
Masjid Biru dibangun oleh Sultan Ahmad I pada tahun 1609 dan terletak berhadap-hadapan dengan Hagia Sophia. Kemegahan masjid ini tampak dengan menara-manaranya yang menghiasi atmosfer kota Istambul. Hal menarik lainnya adalah penyebutan Masjid Biru yang disebabkan desain inerior masjid ini dibuat dari ubin biru. Untuk mengunjungi Masjid Biru tidak dikenakan biaya, tatapi perhatikan waktu sholat. Hal ini disebabkan Masjid Biru tertutup bagi wisatawan ketika telah waktu masuk sholat.

3. Yerebatan Cistern
Yerebatan Cistern dikenal juga dengan sebutan Sumur Basilika yang dibangun oleh Kaisar Justinianus. Sumur ini terletak di bawah tanah kota Istanbul yang difungsikan sebagai waduk pada saat jaman Konstantinopel. Sumur ini memiliki panjang 138 m dan lebar 64,6 m. Kapasitas Sumur Basilika yaitu 80.000 meter dan terbagi dalam 336 kolom marmer.

4. Museum Topkapi Sarayi
Pada masa kekhalifahan Utsmani, Topkapi merupakan istana yang digunakan sebagai kediaman resmi para sultan. Di dalam istana ini terdapat ratusan kamar yang digunakan sebagai tempat tinggal keluarga sultan. Selat Bosphorus dan Laut Marmara menjadi pemandangan di sekitar istana. Istana Topkapi ini dibangun oleh Sultan Mehmed II setelah memenangkan perperangan melawan Kaisar Constantine pada tahun 1453. Bagi wisatawan, terdapat beberapa ruangan yang dibuka untuk umum, salah satunya kamar harta Sultan yang berisi perhiasan, baju, serta peralatan makan dan perang yang penuh bertaburan permata.

5. Penelusuran Selat Bosphorus
Selat Bosphorus merupakan selat yang berada di sisi kota Istambul. Airnya berwarna biru dan di sepanjang selat terdapat bangunan menarik. Beberapa bangunan itu di antaranya Istana Dolmabahce Palace, Anadoluhisari (benteng dari Anatolia), Kucuksu Kasri (Istana), The Hidiv Kasri (Villa yang dibangun tahun 1900), hingga restoran cantik di tepi pantai Tarabya.

6. Hypodrome
Hypodrome merupakan taman yang pada zaman Konstantinopel dijadikan sebagai tempat pertandingan kereta. Taman ini terletak di samping Masjid Biru dan di dalamnya terdapat 3 buah batu obelisk. (RA)

Leave a Comment

Previous post:

Next post: